Jumat, 29 November 2013

Tukang Kebun Terbaik Didunia


Pada suatu sore ada seorang anak kecil yang masuk ke sebuah klinik. Tiba-tiba dia menyeret sebuat peti tempat air minum dan menaruhnya tepat dibawah telepon umum yang terdapat didalam klinik tersebut. Kemudian anak kecil itu memasukkan beberapa uang koin dan mulai menekan tombol nomor tujuan yang hendak dihubunginya.
Sesaat dia mendengar suara “Tuutt.. tuuttt.. tuttt..” tanda tunggu dari sebuah telepon yang belum diangkat.
“Hallo, kediaman bapak Rizal, ibu Hanifa, Raka, dan Nadya. Ini dengan ibu Hanifa, ada yang bisa saya bantu?”, terdengar suara wanita sopan yang mengaku bernama ibu Hanifa dibalik telepon.
“Iya, selamat sore, apakah anda membutuhkan tukang kebun?” jawab anak kecil tersebut.
“Maaf adek, saat ini keluarga kami sudah memiliki tukang kebun.”, jawab ibu Hanifa.
“Saya dibayar setengah harga saja bu dari tukang kebun yang  sekarang bekerja dirumah ibu”, anak kecil itu menawar untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
“Maaf, tapi dia pekerjaanya sudah baik dek, orangnya juga sopan.” Wanita tersebut sedikit membanggakan tukang kebun dirumahnya.
“Saya juga akan membersihkan jalan didepan rumah ibu, sehingga ibu akan mendapati bahwa rumah ibu adalah rumah yang terindah dan terbersih di lingkungan perumahan ibu.” Jawab anak kecil itu dengan semangat.
“Maaf, tapi ibu sudah puas dengan kinerja tukang kebun yang bekerja dirumah saya sekarang.” Jawab ibu hanifa.
“Terima kasih bu atas waktunya, selamat sore.” Jawab anak kecil tersebut.
Tanpa diduga ternyata ada seseorang yang ibu-ibu dengan seorang anak kecil mendengar dan memperhatikan percakapan anak kecil tersebut, kemudian dia mendatangi anak kecil tersebut dengan anaknya.
“Nak, tadi saya mendengar percakapanmu di telepon, melihat kesungguhanmu untuk mencari kerja membuat saya ingin mengangkatmu menjadi tukang kebun pribadi dirumah saya.” Kata ibu tersebut.
“Terima kasih bu atas tawaranya, tapi sebenarnya saya sedang mengecek pekerjaan saya di rumah ibu yang saya telepon tadi.” Jawab anak kecil tersebut.

Cerita ini terinspirasi dari website PT Nutrifood Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar